Notification

×

Tag Terpopuler

BP Batam Buka Suara Soal Pot Bougenville, CSR Langsung Dieksekusi Perusahaan

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T02:24:20Z
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait 

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Kehadiran pot-pot bougenville berukuran besar yang tersebar di sejumlah ruas jalan Kota Batam memicu polemik di tengah masyarakat.


Proyek penataan estetika kota tersebut disebut-sebut dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan publik terkait transparansi serta bentuk dukungan perusahaan terhadap pemerintah.


Menanggapi isu yang berkembang, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat ditemui KE Groups pada Kamis (23/4/2026) pagi, menjelaskan mengenai mekanisme CSR yang diterima pihaknya.


Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak menerima dana tunai dari perusahaan, melainkan menerima bantuan dalam bentuk barang yang langsung diwujudkan oleh perusahaan penyumbang.


“CSR yang kami terima itu bukan uang. Kami menerima barangnya saja. Jadi perusahaan menanyakan apa yang bisa dibantu, misalnya pot dan bunga. Nah, perusahaan kemudian mengeluarkan dana CSR mereka untuk mengadakan barang tersebut,” ujar Ariastuty.


Menurutnya, mekanisme ini dilakukan untuk memastikan penggunaan CSR lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Perusahaan tidak menyerahkan uang kepada BP Batam, tetapi langsung mengeksekusi proyek sesuai kebutuhan yang disepakati.


Dengan skema tersebut, BP Batam berperan sebagai pihak yang mengidentifikasi kebutuhan kota dan mengoordinasikan perusahaan yang ingin berkontribusi melalui program CSR. Perusahaan kemudian melaksanakan pembangunan atau pengadaan barang secara langsung, sebelum akhirnya diserahterimakan kepada BP Batam sebagai aset publik.


Penempatan pot bougenville berukuran besar di pinggir jalan merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah kota Batam. Pemerintah berharap kehadiran elemen penghijauan ini dapat meningkatkan estetika kawasan, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, serta memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun investor.


Batam sebagai kota industri dan perdagangan internasional dinilai membutuhkan wajah kota yang lebih tertata dan menarik. Penataan ruang publik, termasuk penghijauan jalan, menjadi bagian penting dalam mendukung citra kota yang modern dan ramah lingkungan.


BP Batam juga menilai polemik yang muncul sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan kota. Ariastuty menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan publik dan berkomitmen menjaga transparansi dalam pengelolaan bantuan CSR.


Menurutnya, ke depan BP Batam akan terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha melalui skema CSR yang berorientasi pada kebutuhan kota dan kepentingan masyarakat.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan CSR benar-benar diwujudkan dalam bentuk yang jelas, dapat dilihat, dan langsung dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.


Polemik pot bougenville ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya komunikasi publik dalam setiap program penataan kota. Di tengah pesatnya pembangunan Batam, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui CSR diharapkan dapat berjalan lebih transparan, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(*)

×
Berita Terbaru Update