![]() |
| Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, SIK, MH, MHan, didampingi Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara. |
TAPANULI, SOROTTUNTAS.COM - Harapan masyarakat Desa Pohan Jae untuk memiliki akses jalan yang layak kini menemui titik terang. Jembatan darurat SIPALIS, yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga, ditinjau langsung oleh jajaran tinggi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sebagai kandidat utama proyek pembangunan Jembatan Merah Putih Polri Presisi 2026.
Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, SIK, MH, MHan, didampingi Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara, Dalan Simanjuntak.
Bagi warga Desa Pohan Jae, Jembatan SIPALIS bukan sekadar infrastruktur, melainkan satu-satunya jalur untuk menyambung hidup. Jembatan ini menjadi akses tunggal bagi petani untuk mendistribusikan hasil bumi menuju pusat ekonomi di Kecamatan Siborongborong.
Mengingat statusnya yang masih darurat, kondisi jembatan ini dinilai sangat vital namun berisiko, sehingga membutuhkan penanganan permanen segera. Data teknis terkait jembatan ini dikabarkan telah rampung diinput oleh Bhabinkamtibmas ke sistem pusat sejak 11 Maret 2026 lalu.
Dalam arahannya, Kombes Pol Rantau Isnur Eka memberikan instruksi tegas terkait persiapan di lapangan. Salah satu poin utama adalah penyiapan posko pengamanan dan logistik yang representatif.
"Lahan seluas 10 times 20 meter di dekat objek jembatan akan segera dilakukan pengerukan oleh Dinas PU untuk dijadikan tapak posko," tegas Dansat Brimob.
Selain itu, kediaman warga (Rumah Op. Karmel Pasaribu) akan dijadikan homestay bagi personil Brimob dan Polres Taput yang bertugas. Langkah ini dilakukan sekaligus dengan perbaikan fasilitas sanitasi (MCK) dan sumber air agar layak digunakan sebagai pusat koordinasi selama proses pembangunan berlangsung.
Kehadiran jajaran Polri di tengah pemukiman ini disambut hangat oleh warga. Bhabinkamtibmas setempat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk optimis dan mengawal rencana pembangunan ini dengan doa.
"Kunjungan ini adalah bukti nyata keseriusan POLRI untuk hadir bagi masyarakat. Kami meminta warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi," ujar personil Bhabinkamtibmas di lokasi.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Polri juga menyelipkan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Warga dihimbau untuk menjauhi bahaya narkotika dan proaktif melaporkan segala bentuk gangguan keamanan melalui Hotline 110 Presisi.
Dengan masuknya Jembatan SIPALIS dalam draft perbaikan Jembatan Merah Putih 2026, wajah transportasi di pelosok Tapanuli Utara diharapkan segera berubah, membawa kemajuan ekonomi bagi petani dan mobilitas yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.(*)
