![]() |
| Warga beserta perangkat dilokasi penimbunan lahan milik PT HAP di lingkungan RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. |
BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Beberapa warga berserta Ketua RT 02 Antoni, Ketua RT 04 Samson Sihotang, Ketua RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut Robinson Hasibuan, Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut Lam Marudut Situmorang, dan juga Kasi Trantib Kelurahan Sei Pelunggut, mendatangi lokasi penimbunan lahan milik PT HAP di wilayah RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut.
Kedatangan beberapa warga beserta perangkat ke lokasi milik PT HAP tersebut ialah, meminta agar pihak PT HAP membuatkan parit sementara, sebagai langkah mengurangi dampak banjir yang kerap melanda pemukiman warga RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut setiap kali turun hujan.
Kedatangan warga beserta beberapa perangkat RT/RW, Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut, Kasi Trantib Kelurahan Sei Pelunggut ke lokasi PT HAP, pada hari Selasa 06/01/2026 mendapat respon positif dari pihak PT HAP. Terlihat pihak PT HAP langsung mengerahkan sebuah alat berat untuk melakukan pembuatan parit sementara dilokasi yang dimaksud.
Kepada wartawan Ketua RT 04 Samson Sihotang menjelaskan bahwa warga yang hadir di lokasi lahan PT HAP tersebut semuanya adalah korban banjir.
"Ini semua yang hadir beserta ibu-ibu adalah korban terdampar banjir semua. Ada sekitar 35 rumah yang kerap terkena banjir setiap kali turun hujan," jelasnya.
Ia berharap parit yang sedang digali saat ini kiranya bukan hanya parit sementara. Kepada pihak BP Batam ia berharap, parit yang sedang dibuat sekarang bisa menjadi parit permanen, agar ada saluran pemecah pembuangan air lainnya dari lingkungan sekitar.
"Kita berharap kepada pihak BP Batam, kalau boleh parit yang dibuat sekarang menjadi parit permanen. Tujuannya untuk pemecah debit air atau pembagian air dari parit yang sudah ada sebelumnya," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Ketua RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut Robinson Hasibuan. Ia mengatakan bahwa pembuatan parit ini hanya bersifat solusi sementara, sebelum pihak Pemerintah Kota Batam menetapkan letak parit permanen.
"Lahan yang sekarang digali untuk parit sementara adalah lahan milik antara PT HAP dengan PT Kerabat. Ini sudah atas persetujuan dari pihak Perusahaan untuk solusi sementara, sebelum Pemerintah menetapkan dimana parit permanen yang sebenarnya," ujar Ketua RW 06 Robinson Hasibuan.
Sambungnya lagi, "Kalau boleh permintaan kita airnya jangan lagi mengalir ke wilayah pemukiman warga di RW 06. Kalau boleh semua airnya langsung dialirkan ke laut. Sekali lagi harapan kita kepada Pemerintah kalau boleh secepatnyalah dibuatkan parit permanen," ujarnya berharap.
Pada kesempatan yang sama, Juwita salah seorang ibu rumah tangga warga RW 06 juga menyampaikan keluhannya setiap kali banjir datang. Menurutnya tidak jarang barang barang seperti lemari, tempat tidur, kulkas mengalami kerusakan akibat banjir.
"Kami kerap terkena banjir, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sagulung belakangan ini airnya mencapai ukuran pinggang orang dewasa. Tidak jarang barang barang seperti lemari, tempat tidur, kulkas, sofa serta barang lainnya mengalami kerusakan," keluhnya.
Ia juga menuturkan, bahwa kondisi banjir yang kerap melanda wilayah RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut ini, sudah sering disampaikan kepada pihak Pemerintah setempat.
"Kondisi ini sudah sering kami sampaikan ke pihak Pemerintah. Kalau boleh permintaan kami, seperti yang sudah disampaikan Pak RT dan Pak RW tadi, biarlah parit ini nantinya dijadikan parit permanen," ujarnya.
Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut Lam Marudut Situmorang yang juga berada dilokasi menyampaikan, agar Pemerintah Kota Batam memperhatikan wilayah RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut yang kerap menjadi langganan banjir.
"Saya selaku Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut sangat berharap, agar hal ini menjadi perhatian Pemerintah. Karena penangan banjir adalah salah satu yang menjadi program Pak Wali Kota Batam Amsakar Ahmad."
"Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah, baik pemerintah Kelurahan dan Kecamatan, kalau boleh persoalan ini dibawa dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)."
"Bagaimana supaya parit ini bisa menjadi parit permanen. Karena warga saat ini, asal kondisi mendung saja sudah trauma. Semenjak lokasi ini ditimbun, maka lingkungan RW 06 Kelurahan Sei Pelunggut selalu menjadi langganan banjir," tutupnya.(red)
