Notification

×

Tag Terpopuler

Mencengangkan! Kekayaan Eks Pegawai BP Batam Diduga Capai Ratusan Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-30T08:57:28Z

 

Gambar ilustrasi harta kekayaan mantan pejabat pemerintah. (sumber: google.com)

BATAM, SOROTTUNTAS.COM – Harta kekayaan seorang mantan pegawai BP Batam berinisial HS yang telah memasuki masa purnabakti menjadi sorotan publik. Nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.


HS diketahui memiliki sejumlah tanah dan bangunan di lokasi-lokasi strategis di Kota Batam. Aset tersebut meliputi ruko, klinik, lahan, dan bangunan yang sebagian disewakan kepada pihak lain.


Informasi yang dihimpun media ini menunjukkan, di wilayah Kecamatan Sagulung saja HS informasinya memiliki lahan di beberapa titik lokasi.


“Kalau di Batam ada banyak lahan dan bangunan milik HS. Untuk di Kecamatan Sagulung saja ada empat titik yang saya ketahui,” ujar AL, warga yang mengaku sudah lama mengenal HS, pada Jumat (29/5/2026).


AL merinci aset tersebut meliputi:

1. Simpang Tiga Kavling Bukit Seroja: 7 unit ruko


2. Dekat SMA Negeri 17 Batam: ada gudang alat berat atau perbengkelan  


3. Leter S: 31 unit ruko ditambah lahan yang disewakan sebagai dapur MBG


4. Simpang Empat Kavling Nato: bangunan dan ruko yang disewakan


“Belum lagi beberapa tanah dan bangunan ruko di Simpang Tiga Kampung Becek, Kelurahan Sei Binti,” tambah AL.


Keterangan serupa disampaikan warga lainnya berinisial IK. Menurut IK, HS juga memiliki sebidang tanah kosong di ujung Kavling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut.


“Yang saya tahu, selain empat titik yang disebut AL, ada juga tanah yang diketahui sebagai milik HS di Kavling Kamboja. Di beberapa lokasi strategis di Batam, HS diketahui punya lahan yang sekarang kebanyakan sudah ada bangunannya,” ujar IK.


IK menyebut, semasa bertugas di BP Batam, HS diketahui bekerja di bidang lahan. Tugasnya meliputi pengukuran lahan untuk Penetapan Lokasi (PL) di lapangan. 


“Tidak heran juga kalau lahan milik HS semuanya berada di lokasi yang sangat strategis,” katanya.


Sejumlah warga juga menyoroti penggunaan lahan oleh HS. Mereka menduga beberapa bangunan milik HS menggunakan _row_ jalan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).


“Seharusnya kalau sudah punya banyak lahan dan kekayaan seperti itu, orang sudah merasa cukup. Tapi yang terlihat, beberapa bangunan milik HS diduga masih menggunakan _row_ jalan dan diduga masuk ke DAS,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak HS maupun BP Batam belum dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.(*)

×
Berita Terbaru Update