Notification

×

Tag Terpopuler

Banyu Ari Nopianto: Masyarakat Jangan Hanya Melihat Dari Satu Sisi Terkait Pernyataan Bu Li Claudia

Senin, 04 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T11:49:13Z
Banyu Ari Nopianto, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Daerah Pemilihan Sagulung periode 2024/2029.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terkait penertiban warga pengambil pasir sisa drainase di kawasan Punggur  terus mengundang perhatian publik Kota Batam.


Dalam video yang beredar dan akhirnya banyak menarik perhatian publik, Li Claudia terlihat menegur warga yang mengambil pasir tanpa izin tersebut.


“Kalau dikorek terus, nanti jalan bisa putus. Ini tidak boleh diambil sembarangan,” ujar Li Claudia dalam video tersebut.


Bukan tanpa alasan, teguran Li Claudia tersebut dinilai sebagian pihak adalah bentuk keperduliannya terhadap lingkungan Kota Batam, dan juga terhadap infrastruktur yang dibangun menggunakan pajak masyarakat.


Namun tidak sedikit pihak yang menilai pernyataan Li Claudia tersebut menyudutkan masyarakat kecil yang memanfaatkan sisa material pasir untuk tambahan penghasilan.


Polemik yang terjadi ini turut menjadi perhatian dari Banyu Ari Nopianto anggota DPRD Kota Batam dari Daerah Pemilihan Kecamatan Sagulung.


Menurutnya pernyataan Li Claudia Chandra, jangan hanya dilihat dari satu sisi saja, tanpa mempertimbangkan sisi baiknya.


"Pernyataan Bu Li Claudia Chandra terhadap warga yang melakukan penggalian pasir tanpa izin di  Punggur beberapa waktu lalu dan sekarang menjadi viral, itu karena sebagian masyarakat tidak melihat secara utuh duduk persoalannya," ujar Banyu Ari Novianto, Senin (4/5/26).


Kata Banyu Ari Nopianto lagi, "Kemarahan yang sama bisa saja muncul secara spontan terhadap siapa saja. Hal ini terjadi bisa saja  karena rasa peduli beliau terhadap lingkungan sekitar dan juga infrastruktur yang ada."


"Coba kita bayangkan bagaimana jadinya kalau seorang pemimpin melihat peristiwa yang sama dan membiarkan begitu saja. Bukankah itu justru menunjukkan ciri pemimpin yang tidak memiliki kepekaan dan kepedulian," ujarnya.


Banyu Ari Nopianto berharap dan mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak pada penilaian dari satu sisi. Melainkan masyarakat tetap mengedepankan penilaian objektif dari berbagai sisi yang berbeda.


“Saya yakin masyarakat bisa membedakan ketegasan terhadap pelanggaran aturan, dan sikap yang disebut arogan dari seorang pemimpin," ujarnya lagi.


Banyu Ari Nopianto juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Li Claudia disebut telah bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat untuk meredakan kesalahpahaman.


“Sudah ada komunikasi langsung, saling memahami dan mendukung pembangunan Batam. Tidak ada persoalan yang perlu diperbesar lagi," ucap Banyu.


Banyu Ari Nopianto kembali menyampaikan harapannya, agar polemik ini tidak memicu perdebatan di tengah masyarakat.


Ia mengajak warga Batam terkhusus warga Kecamatan Sagulung, untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan warga.


"Saya mengimbau warga Batam, terkhusus warga Kecamatan Sagulung, untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan," pungkasnya.(Red)

×
Berita Terbaru Update