- Advertisement -

NASIONAL

OPINI

- Advertisement -

Breaking News: Dilaporkan PT ESUN do Kawasan Horizon Sei Lekop Mengalami Kebakaran

By On Juli 10, 2024

 

Foto kebakaran di PT ESUN Batam

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - PT ESUN yang beralamat di kawasan Horizon di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam dikabarkan mengalami kebakaran.


Berdasarkan informasi yang diterima oleh media Sorottuntas.com, Rabu 10/07/2024, kebakaran yang terjadi di perusahaan yang diketahui bergerak dalam pengolahan scrap metal ini akibat dari ledakan baterai.


"Iya bang PT ESUN mengalami kebakaran. Informasinya kebakaran bermula dari ledakan baterai," tutur sumber media ini.


Menurut sumber media ini,  kebakaran yang terjadi di PT ESUN sejauh ini tidak ada korban jiwa.


"Korban jiwa diketahui sampai saat ini belum ada," ungkap sumber.


Sementara pihak perusahaan PT ESUN sejauh ini belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan.(Red)


Kapolres Taput Benarkan Meninggalnya NMV Bocah Usia 5 Tahun Karena Tenggelam di Kolam Renang Air Panas Tamaro Tarutung

By On Maret 14, 2024

NVM bocah berusia 5 tahun meninggal akibat tenggelam di kolam renang Tamaro Tarutung.

TAPUT, SOROTTUNTAS.COM - Seorang anak perempuan berinisial NMV (5) warga Simpang Pane, Sawah II Kecamatan Saribu dolok Nagori,  Kabupaten Simalungun meninggal dunia, saat mandi di kolan renang pemandian Air Panas Tamaro di Jl. A.M Tambunan Hutabarat, Kelurahan Partali Toruan, Tarutung Taput.


Peristiwa naas tersebut diketahui terjadi, pada hari Selasa, 12/3/2024 sekira pukul 17.50 wib. 


Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, S.I.K, M.H, melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan hal tersebut.

Foto kolam renang Tamaro Tarutung.

"Berdasarkan keterangan saksi yaitu Warni Harahap (42) yang mengetahui kejadian tersebut, saat kejadian itu korban bersama kedua orang tuanya Adi Santo Batuara dan ibunya Jojor Maima Harahap secara bersama-sama pergi mandi air panas di kolam renang Tamaro," ujar Aiptu Baringbing dalam keterangan Persnya, Kamis 14/03/2024.


Katanya lagi, "Saat mandi di kolam renang, ibu korban mandi di kolam renang untuk dewasa sedangkan korban berenang di tempat anak-anak. Tidak berapa lama, korban berpindah tempat dari kolam anak-anak ke kolam renang dewasa karena melihat ibu.


Ibunya sempat membiarkan korban berenang di kolam renang dewasa. Tidak berapa lama, korban menghilang dan ibunya pun mencari. Lalu warga yang berada di lokasi ikut mencari dan korban sudah tenggelam di dasar kolam renang.


Ayah korban langsung menyelam ke dasar kolam dan mengakat korban keluar. Mereka berusaha memberikan pertolongan dengan memompa perut korban serta menyedot air dari hidung dan mulut .


Pertolongan tidak maksimal lalu korban sempat dilarikan ke rumah sakit Tarutung namun diperjalanan menuju rumah sakit korban menghembuskan napas terakhir," jelas Aiptu Baringbing.


Saksi Warni Harahap menjelaskan, korban bersama kedua orang tua datang dari Simalungun ke Taput,  sedang berlibur ke tempat neneknya di kecamatan Pangaribuan Taput.


"Mumpung masih ada waktu lalu mereka berangkat ke Tarutung untuk menikmati pemandian kolam air panas Tamaro. Korban sudah di bawa ke kampungnya di kabupaten Simalungun untuk di kebumikan," jelas Warni Harahap.


Polisi sudah melakukan olah TKP atas peristiwa tersebut serta memeriksa saksi-saksi yang melihat peristiwa tersebut.(*)

Bocah 5 Tahun Asal Kalimantan Dikabarkan Tewas Tenggelam di Kolam Renang Tamaro Tarutung

By On Maret 13, 2024

 

Foto bocah tewas tenggelam di kolam renang permandian air panas Tamaro, Tarutung.
TAPUT, SOROTTUNTAS.COM - Seorang bocah perempuan berusia lima tahun dikabarkan tewas tenggelam di kolam permandian air panas Tamaro, tepatnya Jl. AM. Tambunan, Hutabarat, Partali Toruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Selasa 12/03/2024 sore.


Berdasarkan keterangan yang diterima wartawan media ini dari Adv.Agussumantri Simatupang, SH atau keluarga terdekat dari bocah naas tersebut diketahui, bahwa bocah perempuan naas berusia lima tahun ini datang ke kolam renang air panas Tamaro bersama kedua orang tuanya untuk berlibur.


Lebih jauh Sumantri menjelaskan, bahwa mereka ini (keluarga korban) bukan warga setempat. Melainkan mereka ini diketahui berdomisili di Kalimantan. 


Kedatangan mereka ke Tapanuli menurut Sumantri karena berhubung orang tua atau nenek dari bocah tenggelam tersebut meninggal di Kota Siantar.


"Mereka ini bukan warga Tapanuli Utara, melainkan warga Kalimantan. Adapun kedatangan mereka ke Tapanuli Utara untuk berkunjung ke rumah keluarga di Tarutung usai menguburkan jenazah orang tua kami di Siantar," jelas Sumantri kepada wartawan sorottuntas.com, Rabu 13/03/2024.


Katanya lagi, "Nah saat mereka berkunjung ke rumah keluarga di Tarutung, mereka menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kolam renang permandian air panas Tamaro. Tidak tahu bagaimana kejadiannya, tiba-tiba  keponakan saya ini sudah tenggelam dan meninggal," ungkap Sumantri.


Atas kejadian ini Sumantri berharap, agar pihak pengelola lebih memperhatikan semua aktivitas pengunjung selama berada di lokasi kolam renang. Tujuannya agar kejadian yang sama tidak terulang kepada pengunjung lainnya. 


"Saya pribadi sangat berharap pihak pengelola lebih memperhatikan keselamatan pengunjung selama berada di lokasi kolam renang. Karena kalau pihak pengelola melakukan pengawasan yang ketat, niscaya kejadian seperti ini tidak terjadi," ungkapnya.


Lebih jauh Sumantri berharap itikad baik dari pihak pengelola kolam renang air panas Tamaro terhadap keluarga, atau orang tua bocah naas tersebut. 


"Dalam hal saya pikir pihak pengelola tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja, karena pihak yang bertanggung jawab di sana adalah pihak pengelola. Karena setahu saya setiap pengunjung yang berkunjung ke sana dikenakan biaya atau karcis masuk," pungkasnya.


Sementara pihak pengelola kolam renang Tamaro yang di konfirmasi oleh wartawan melalui aplikasi WhatsApp, tidak sedikitpun memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan. 


Sementara orang tua dari bocah naas tersebut belum berhasil di konfirmasi. Karena menurut Sumantri Simatupang hari ini mereka masih menguburkan bocah lima tahun tersebut di Siantar.(red)

Video 2 Orang Pekerja di Batam Tewas Terlindas Ekskavator Beredar Luas di Grup WhatsApp

By On Maret 08, 2023

Foto hasil tangkapan layar, dua orang pekerja tewas usai terlindas alat berat di areal PT Austeel Tanjung Uncang. 
BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Video detik-detik dua orang pekerja tewas terlindas sebuah alat berat berjenis Forklift, beredar luas di grup WhatsApp di Batam.

Kecelakaan itu terjadi di kawasan PT Alusteel Shipyard, Batu Aji, Kota Batam, pada hari Rabu 08/03/2023. Dari hasil rekaman video CCTV yang diduga milik perusahaan, diketahui kecelakaan bermula dari sebuah buldoser berjenis Forklift berusaha menaiki sebuah tanjakan. 

Sedangkan kedua korban meninggal terlihat tengah berdiri disamping sebuah mobil pick up yang sedang parkir, yang diduga sedang mengalami kerusakan. 

Pasalnya pada bagian video terlihat seseorang lainnya yang tengah berada di dalam bak mobil pick up, seperti sedang memperbaiki sesuatu.

Selang beberapa lama menaiki tanjakan, terlihat buldoser tersebut kembali mundur dengan kecepatan tinggi, hingga menghantam sebuah mobil pick up, dan melindas dua orang pekerja yang berada di sisi mobil pick up.

Dari rekaman video terlihat tubuh seseorang perempuan, yang informasinya merupakan pekerja pada bagian accounting perusahaan, remuk akibat terlindas alat berat tersebut.

Sedangkan korban lainnya yang belakangan diketahui bermarga Sirait, (56) warga Kavling Sumber Jaya, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, juga terlihat mengalami luka yang cukup parah. 

Akibat kejadian itu keduanya dikabarkan meninggal dunia. Sementara seseorang lainnya yang berada pada bagian bak mobil pick up, dikabarkan selamat.

Peristiwa yang menewaskan dua orang pekerja ini dibenarkan oleh salah seorang pekerja yang namanya tidak mau disebutkan. 

"Kejadiannya tadi siang bang, sekitar pukul 11.30 WIB. Kedua korban meninggal dunia, sementara seseorang lainnya yang berada pada bagian bak mobil diketahui selamat," ujar pekerja tersebut.


Liputan : Lukman Simanjuntak

Editor : Hendrik Restu F 

Tertimpa Kayu Balok Buruh Bongkar Muat Warga Dapur 12 Diketahui Meninggal di Tempat

By On Januari 02, 2023

 

Warga terlihat sedang menunggu kedatangan jenazah almarhum disekitar rumah duka.
BATAM, SOROTTUNTAS.COM - La'idi pria paruh baya warga Dapur 12 RT 01 RW 09 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, dikabarkan meninggal dunia usai tertimpa kayu balok di pelabuhan rakyat Dapur 12 pantai, pada hari Senin pagi 02/02/2023 sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan penjelasan dari pak Puah, salah seorang warga yang diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum mengatakan, almarhum La'idi diketahui meninggal dunia ditempat kejadian usai tertimpa balok berukuran delapan kali delapan inchi, pada saat akan memuat balok kayu ke salah satu kendaraan jenis lori bersama beberapa buruh lainnya.

"Almarhum meninggal dunia ditempat usai tertimpa kayu balok berukuran delapan kali delapan inchi," ujar pak Puah.

Masih menurut Pak Puah, bahwa saat ini jenazah almarhum masih berada di rumah sakit dan akan segera dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dilakukan pemakaman.

Foto kapal yang diduga bermuatan kayu balok milik inisial UJ.

Sementara itu di lokasi kejadian, untuk kendaraan jenis lori dan juga kapal yang memuat balok-balok kayu yang informasinya milik toke kayu berinisial (UJ) sudah tidak berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kapal bermuatan kayu dan juga kendaraan lori yang menjadi tempat kejadian perkara sudah diungsikan setelah kejadian naas tersebut.

"Orang yang punya pelabuhan ini sudah suruh larikan. Kita berharap mereka bertanggungjawab, karena ini menyangkut nyawa. Hal ini menjadi pertanyaan, kenapa setelah kejadian kapal langsung digeser. Sementara dari pihak Kepolisian belum melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar warga tersebut.

Liputan : Rudi Ogan
Editor : Lukman Simanjuntak 

Gudang Pallet Serta 3 Unit Mobil dan 1 Unit Sepeda Motor di Sagulung, Ludes Dilalap si Jago Merah

By On April 14, 2022

Foto satu unit mobil pick up Gran max terlihat hangus dilahap si jago merah.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Sebuah gudang Pallet di wilayah Dapur 12, atau tepatnya di tepi jalan menuju arah ke PT Marcopolo, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, ludes dilalap api, pada hari Kamis (14/04/2022) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Selain menghanguskan gudang Pallet, api juga mengharuskan satu unit mobil pick up Gran max, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, serta satu unit lori. 

Sisa rangka motor Honda Scoopy yang hangus terbakar.

Sementara dua unit lori lainnya berhasil dievakuasi warga dengan cara mendorong menjauh dari lokasi kebakaran meskipun api sempat membakar sebagian dinding dari dua unit lori tersebut.

Keterangan saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, bahwa api diketahui berasal dari korsleting arus listrik.

Warga sekitar terlihat sedang menyaksikan sisa-sisa gudang Pallet yang ludes terbakar.

"Subuh tadi ada orang lewat yang sempat melihat api menyambar dari kabel listrik, terus yang jaga gudang sempat dibangunkan. Tapi karena api langsung menyambar ke pallet berbahan plastik dan juga pallet berbahan kayu, api cepat menyebar dan membesar sehingga sulit untuk dipadamkan," ucap warga kepada wartawan media ini.

Selanjutnya api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB, setelah 3 Unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi kebakaran. Beruntungnya diketahui peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun akibat peristiwa kebakaran tersebut kerugian diperkirakan mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Laporan : Rudi Hartono

Editor : Lukman Simanjuntak


Amsakar Serahkan Bantuan Untuk Korban Angin Puting Beliung

By On Maret 30, 2022

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan bantuan sembako terhadap warga Dapur 12 korban angin puting beliung.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan bantuan sembako untuk korban angin puting beliung di Dapur 12, Sagulung (30/3/2022).

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Untuk tindakan berikutnya, sudah saya komunikasikan dengan Dinsos (Dinas Sosial Kota Batam)," ujar Amsakar.

Untuk jangka panjangnya, beberapa kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (29/3/2022) itu, akan dilakukan perbaikan, salah satunya pelantar.

"Ada satu rumah yang rusak parah, selebihnya rusak ringan. Warga yang terdampak ada 22 kepala keluarga," katanya.

Ia meminta Lurah setempat untuk terus memantau lokasi yang terdampak, dan memastikan warga bisa mendapatkan bantuan.

"Tadi kami sudah berbincang dengan warga terdampak, untuk tempat tinggal alhamdulillah warga setempat saling membahu untuk membuka diri sebagai tempat sementara bagi korban," ujar Amsakar

Ia juga menginstruksikan agar jumlah warga dan fasilitas yang rusak segera didata agar bisa dengan cepat dilakukan perbaikan.

"Terdapat pelantar yang rusak, kita carikan solusinya dan segera dikomunikasikan dengan Bapelitbang untuk memutar anggaran agar pelantar ini segera diperbaiki," katanya.

Untuk diketahui, musibah angin puting beliung terjadi saat hujan deras menerjang wilayah tersebut kemarin sekitar pukul 15.00.

Kejadian ini bertepatan dengan fenomena hujan es yang terjadi di sekitaran wilayah kelurahan Tembesi Sagulung.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *