![]() |
| Foto aktivitas di Pelabuhan Sembulang, Galang, Kota Batam |
BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Aktivitas dugaan penyelundupan barang impor ilegal melalui Pelabuhan Rakyat Dapur 6, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, kembali marak. Modus yang digunakan adalah bongkar muat pada malam hari untuk menghindari pengawasan petugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas tersebut berlangsung rutin. Sejumlah truk bermuatan barang rutin terlihat masuk ke kawasan pelabuhan pada sore hingga malam hari, untuk kemudian dimuat ke atas kapal-kapal kayu.
Tujuannya diduga untuk menghindari pemeriksaan dari Bea dan Cukai serta kewajiban pembayaran pajak kepabeanan.
"Biasanya barang yang mereka muat ke kapal itu seperti gula impor, beras, susu, daging beku, elektronik, dan ada juga miras, dan mungkin masih banyak jenis barang lainnya," ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (5/9/2026).
Sumber lain menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian berinisial LB alias SM yang disebut bertugas di Polres Karimun.
"Kalau terkait LB apakah sebagai pemodal saya tidak tahu persis. Tapi kalau ikut andil, LB memang terlibat. Mereka ini sudah lama berteman dengan oknum wartawan yang diduga jadi koordinator kegiatan. Kerjasamanya mulai dari kegiatan di Tanjung Riau," ungkap sumber tersebut.
Terpisah, Ketua DPD Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kepulauan Riau, Gusmanedy Sibagariang, A.Md., menyayangkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas ilegal tersebut.
"Kita sangat menyayangkan informasi tentang adanya dugaan keterlibatan oknum anggota polisi inisial LB dalam kegiatan di wilayah Sembulang. Seharusnya setiap anggota kepolisian menjadi musuh pelaku kejahatan, dan bukan sebaliknya," kata Gusmanedy.
Ia berharap Kapolda Kepri yang baru, Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., memberikan atensi serius dan memerintahkan Propam Polda Kepri untuk melakukan penyelidikan internal terkait informasi tersebut.
Selain kepolisian, Gusmanedy juga mendesak Bea Cukai Batam, khususnya Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2), untuk bertindak lebih serius.
"Untuk pihak Bea Cukai Batam, khususnya bagian P2, kita berharap lebih serius dalam bekerja dan menindaklanjuti informasi dugaan penyelundupan di Dapur 6 Sembulang," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polda Kepri, Bea Cukai Batam.
Sementara pihak yang disebutkan inisial LB alias SM, beberapa waktu lalu sudah dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp, tepatnya 18/9/2026. Namun sampai berita ini dimuat, LB tidak memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan.(red)
