Notification

×

Tag Terpopuler

Diduga Tercemar Limbah PKS, Puluhan Ikan Mati di Aliran Sungai Kerinci.

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T16:20:10Z
Puluhan ikan ditemukan mati di aliran Sungai Kerinci

PELALAWAN, SOROTTUNTAS.COM - Puluhan ikan ditemukan mati di aliran Sungai Kerinci. Warga menduga kematian massal itu akibat pembuangan limbah dari Pabrik Kelapa Sawit PT Inti Indo Sawit Subur (IIS).


Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2026. Warga setempat mengaku pertama kali melihat ikan dalam kondisi mati mengapung setelah adanya aliran air berwarna keruh yang diduga berasal dari kawasan pengolahan PKS PT IIS.


"Kemarin sore airnya berubah warna dan baunya tidak enak. Besok paginya sudah banyak ikan mati di pinggir sungai," ujar salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya.


Kekhawatiran warga semakin besar karena sungai tersebut mengalir dan bermuara ke Sungai Kampar yang menjadi sumber air bagi masyarakat di sekitarnya.


Menambah kecurigaan, pihak perusahaan diketahui melakukan penutupan sementara pada saluran air yang mengalir dari kawasan pabrik menuju sungai. Tindakan itu memunculkan pertanyaan publik terkait kemungkinan adanya keterkaitan dengan pencemaran.


Warga Minta DLH Segera Turun


Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel air.


"Kami berharap pemerintah segera melakukan pengecekan dan mengambil sampel air. Kalau memang terbukti ada pencemaran, harus ada tindakan tegas sesuai aturan," kata warga tersebut.


Selain uji kualitas air, masyarakat juga mendesak dilakukannya audit terhadap sistem pengelolaan limbah PKS PT IIS. Pemeriksaan diminta mencakup Instalasi Pengolahan Air Limbah, saluran pembuangan, hingga kelengkapan dokumen izin lingkungan perusahaan.


Tunggu Hasil Uji Laboratorium


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian ikan belum dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium diperlukan untuk membuktikan apakah ada kandungan bahan pencemar yang melebihi baku mutu lingkungan dan berasal dari aktivitas PKS PT IIS.


Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada pemeriksaan lapangan. Jika hasil uji membuktikan adanya pencemaran, maka pihak yang bertanggung jawab diminta diberi sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Pihak PT IIS belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini.


×
Berita Terbaru Update