Notification

×

Tag Terpopuler

Warga Disabilitas di Sagulung Mengaku Tidak Terima Bantuan, Dinsos Batam Buka Suara

Sabtu, 06 Juni 2026 | Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T03:25:03Z
Daniel Peranginangin terlihat hanya bisa terbaring di rumahnya akibat penyakit yang dideritanya.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Penyandang disabilitas Daniel Peranginangin warga Kavling Sagulung Mandiri RT 01 RW 10 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, mengeluh karena tidak lagi menerima bantuan sosial yang menjadi salah satu program Pemerintah.


Keluhan tersebut muncul di tengah upaya Pemerintah untuk memperluas jangkauan bantuan bagi kelompok rentan seperti, lansia, penyandang disabilitas, anak yatim, piatu, terlantar, berkebutuhan khusus, janda yang menjadi tulang punggung keluarga, fakir miskin dan keluarga miskin ekstrim.


Selain itu masih ada kelompok rentan lainnya seperti korban bencana dan konflik sosial, pengungsi, gelandangan, pengemis, orang dengan HIV/AIDS, ODGJ, dan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan tinggi dan sering dikucilkan.


Menanggapi hal itu, Dinas Sosial Kota Batam melalui Sekertaris Dinas Chitra Widya, S.Sos, M.Si, dengan didampingi Ahmad Yani dari bagian Fungsional menjelaskan, kemungkinan yang menjadi faktor Daniel Peranginangin tidak menerima bantuan yang dimaksud.


"Sebelumnya keluarga ini diketahui pernah menjadi Penerima manfaat Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial meski hanya satu tahun pada tahun 2025. Kenapa bantuan dihentikan, bisa saja karena adanya peningkatan desil," jelas Ahmad Yani Jumat (5/6/26) dikediaman Daniel.


Katanya lagi, "Ketika pada sistem atau data menunjukkan desil yang bersangkutan meningkat, maka secara otomatis bantuan akan diputus secara sepihak dan biasanya pemutusan ini dilakukan tanpa pemberitahuan."


"Selain karena meningkatnya desil, pemutusan bantuan bisa saja terjadi karena sistem mendeteksi handphone dari yang bersangkutan misalnya terindikasi judi online. Atau bisa juga karena salah satu anggota keluarga itu terdeteksi sudah ada yang bekerja hingga desilnya mengalami kenaikan."


"Perlu diketahui, naiknya desil bisa terjadi selain karena ekonomi yang bersangkutan meningkat. Bisa juga disebabkan oleh faktor lainnya seperti misalnya yang bersangkutan terdeteksi melakukan pinjaman Bank." 


"Faktor tersebut secara otomatis menaikkan desil dari yang bersangkutan karena dinilai sudah mampu bahkan untuk membayar cicilan pinjaman. Bahkan masih ada banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi bantuan dihentikan," terang Ahmad Yani.


Untuk saat ini keluarga Daniel Peranginangin diketahui desilnya meningkat menjadi desil 5. Viviwati Sidabutar ibu dari Daniel mengakui, kalau belakangan ini pihaknya melakukan pinjaman dari Bank untuk modal usaha. 


"Memang benar kami belakangan ini ada melakukan pinjaman Bank untuk modal usaha. Karena saya harus mengurus Daniel dan adiknya dan tidak bisa lagi bekerja keluar, maka kami pinjam modal untuk buka usaha di rumah," terang Viviwati Sidabutar. 


Meski demikian pihak Dinas Sosial Kota Batam berjanji, pihaknya akan tetap berupaya agar keluarga Daniel Peranginangin bisa kembali menjadi penerima manfaat bantuan sosial dari Pemerintah.












×
Berita Terbaru Update