![]() |
| Badan jalan menuju kawasan PT Marcopolo Sphiyard di Kecamatan Sagulung tertutup sampah, kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dinilai tidak maksimal. |
BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Jalan mulus senilai Rp 5 miliar yang dibangun oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, sekitar bulan Oktober tahun 2022 lalu di Sagulung, kini nasibnya bikin geleng kepala.
Bukannya dapat dilalui kendaraan dengan lancar, ruas jalan ini berubah fungsi jadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi terbaru tumpukan sampah terlihat menutupi sebagian badan jalan.
Pada masa kepemimpinan Yus Masnur sebagai Kepala DBMSDA Kota Batam, dan Dohar Mangalando Hasibuan selaku Kepala Bidang di DBMSDA Kota Batam, jalan ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 5.065.626.926.
Dari Proyek Prestisius ke Tumpukan Sampah
Proyek jalan yang seharusnya jadi akses vital warga dan penggerak ekonomi lokal. Tapi pemandangan yang ada sekarang jauh dari kata “prestisius”.
Kantong plastik hitam, sisa makanan, kardus, sampai sampah rumah tangga menumpuk di badan jalan. Baunya menyengat, apalagi kalau siang hari.
Warga sekitar bilang, pembuangan sampah liar ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Sempat juga lokasi ini dibersihkan, namun tidak lama kemudian kembali menumpuk karena tidak ada yang menegur," terang Julpan salah seorang warga sekitar yang juga merupakan pengendara ojek online.
Katanya lagi, “Saya lewat sini tiap hari kerja. Dulu jalannya bagus, sekarang mau lewat aja harus nahan napas,” ujar Julpan yang kebetulan melintas di lokasi, pada Rabu (8/6/2026).
Banyak warga yang kecewa. Dana Rp 5 miliar bukan angka kecil, tapi infrastruktur itu sekarang sulit dipakai sebagaimana mestinya. Tanpa tindakan cepat, jalan yang baru dibangun ini berisiko rusak parah dan jadi sumber penyakit.
"Seharusnya Dohar Hasibuan selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, dapat segera mengatasi sampah di jalan tersebut. Jangan sampai jalan yang dibangun semasa ia menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Bina Marga Kota Batam, terbuang sia-sia," ujar warga yang namanya tidak disebutkan.
Warga tersebut berharap, Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kecamatan segera turun tangan. "Kalau perlu pasang CCTV, pasang plang larangan, atau jadwalkan pengangkutan rutin daripada biarkan Rp 5 miliar jadi sia-sia," pungkas warga tersebut.
Sementara perihal sampah yang menutupi badan jalan menuju kawasan PT Marcopolo Sphiyard Sagulung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dohar Mangalando Hasibuan, sampai berita ini dimuat belum memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan.
