- Advertisement -

NASIONAL

OPINI

- Advertisement -

Menteri Luar Negeri Kedua Singapura Sambangi Kepala BP Batam

By On Agustus 19, 2022

 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Mohamad Maliki Osman.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Mohamad Maliki Osman, di Marriot Hotel, Kamis, (18/8/2022).


Pertemuan keduanya berlangsung khidmat dan santai. Maliki mengatakan, dirinya mengaku senang bisa kembali berkunjung ke Indonesia khususnya Kota Batam. Setelah kasus Covid-19 mulai turun, dirinya sangat antusias untuk mengunjungi Indonesia, khususnya Kota Batam.


"(Kunjungan) ini merupakan kali pertama ke Indonesia setelah Covid. (Setelah) pelonggaran Covid, pasti saya ingin ke Batam dulu. Menyelenggarakan rapat saya dengan pak Rudi. Melihat bagaimana selepas pelonggaran Covid," katanya.


Setelah mengetahui dan melihat situasi Kota Batam, dirinya sangat antusias. Semua aktivitas di Kota Batam, katanya, sudah kembali normal sebelum adanya Covid-19.


Sehingga, dirinya berharap adanya kerja sama antara Batam dan Singapura lebih dieratkan kembali. Baik itu kerja sama yang sudah berjalan selama ini, maupun kerjasama baru yang bisa dikakukan untuk memajukan Kota Batam dan Singapura.


Adapun kerja sama yang sudah terjalin dan akan ditingkatkan adalah peluang investasi di Nongsa Digital Park. Kemudian, juga investasi baru dengan potensi di Nongsa Digital Town.


Diketahui, kawasan tersebut didesain sebagai kawasan ekonomi digital yang akan menjadi jembatan penghubung berbagai perusahaan digital dan teknologi antara Indonesia dan Singapura.


"Kita bincangkan bagaimana kita menarik lebih banyak kaki tangan (delegasi) dan singapura membantu menyokong dari segi training, kemahiran," ujarnya dengan logat Melayu.


Ia menambahkan, Singapura sangat ingin untuk mengembangkan potensi investasi di Nongsa Digital Town. Pihaknya akan berupaya untuk mendorong pengusaha di Singapura yang berpotensi untuk menanamkan investasinya di bidang tersebut.


"Jadi apa yang kita lakukan boleh dari kerja sama dari segi training," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi juga turut bahagia atas kunjungan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura ke Batam. Pertemuannya di Batam, selain berbincang perihal pergantian Konjen Singapura yang baru, Maliki ingin hubungan Batam dan Singapura berjalan dengan baik.


Sebab, diketahui, investasi terbesar di Batam berasal dari Singapura. Pada Semester I 2022 periode Januari – Juni, data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat nilai investasi Singapura di Batam mencapai 3,845 triliun. 


Sehingga tidak ada salahnya ketika adanya kunjungan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, pihaknya berbincang mengenai permasalahan di Singapura maupun perencanaan dari Kota Batam kedepannya.


"Tadi sudah duduk mudah mudahan ada solusi. Sehingga ada peningkatan investasi di Kota Batam," kata Muhammad Rudi.


Ia menambahkan, selama ini hubungan antara Batam dan Singapura sudah berjalan dengan baik. Seperti saat pandemi Covid lalu, Singapura cukup banyak memberikan bantuan ke Kota Batam dan bantuan lainnya.


"Mudah-mudahan hubungan berjalan baik, maka investasi Kota Batam akan lebih lancar," imbuhnya. 


Dalam pertemuan tersebut juga turut hadir Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait dan sejumlah pejabat Kemenlu Singapura. 


Selama dua hari pada 18-19 Agustus 2022, Menteri Luar Negeri Kedua Singapura melakukan sejumlah agenda yaitu menghadiri malam resepsi Kemerdekaan Singapura di Marriot Hotel yang digelar Konjen Singapura dan meninjau KEK Batam Aero Teknik serta mengunjungi Masjid Tanjak.

Rudi Dampingi Menlu Kedua Singapura Jalan-Jalan di Batam, Maliki Beli Oleh-oleh Batik Batam

By On Agustus 18, 2022

Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menjemput kedatangan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM  - Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menjemput kedatangan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Maliki Osman, di Pelabuhan International Batam Center, Kamis (18/8/2022).


Rudi sempat berbincang sejenak sebelum mengajak Maliki berkeliling Batam. Rudi pun mengajak Maliki mengunjungi pusat kerajinan Batam di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Batam Centre.


Maliki memuji hasil kerajinan yang banyak terpajang di belakang kantor bersama tersebut. Maliki bahkan membeli langsung Batik Batam.


"Bagus batiknya," ujar Maliki.


Sebelum mengunjungi Dekranasda dan membeli baju batik, Maliki dan Rudi sebelumnya juga berbincang hangat di salah satu ruangan di Pelabuhan Internasional Batamcentre, saat menjemput Menlu Maliki.


Dalam obrolan singkat dan padat itu, Rudi dan Maliki membahas persoalan terkini antara Batam dan Singapura di masa pandemi Covid-19 ini.


Beberapa persoalan yang dibahas seperti jadwal kapal feri, aturan keluar masuk Singapura hingga kondisi terkini kasus Covid-19 hingga vaksinasi booster.


"Covid-19 di Batam terkendali. Bahkan, untuk vaksinasi booster sudah mencapai 471.755 orang hingga 17 Agustus 2022," ujar Rudi.


Rudi juga mengungkapkan, untuk pembahasan lain terkait jadwal kapal feri bahwa Singapura sudah mempermudah masuk di masa pandemi Covid-19.


"Semoga pariwisata kedua wilayah ini makin maju dengan kemudahan-kemudahan diberikan," harap Rudi.

Wakil Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja Civil Service College Singapore

By On Mei 23, 2022

Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Purwiyanto menerima kunjungan kerja Civil Service College Singapura.

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Purwiyanto menerima kunjungan kerja Civil Service College Singapura, pada Rabu (18/5/2022) bertempat di Ruang Presentasi, Gedung Marketing Centre BP Batam.

Rombongan Civil Service College Singapore yang berjumlah 30 orang ini dipimpin oleh Consul General of the Republic of Singapore in Batam, Mark Low. Civil Service College Singapore adalah perguruan tinggi untuk pegawai pemerintah di Singapura dan merupakan dewan hukum di bawah Divisi Layanan Publik, Kantor Perdana Menteri, Pemerintah Singapura.

Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Purwiyanto, didampingi Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam; Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyambut baik kedatangan Rombongan Civil Service College Singapore.

Consul General of the Republic of Singapore in Batam, Mark Low menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja Civil Service College Singapore (CSC) ke BP Batam untuk mempererat hubungan baik antara Batam dengan Singapura.

“Kami senang sekali dapat hadir disini untuk melakukan kunjungan ke BP Batam setelah dua tahun penutupan perbatasan dikarenakan pandemi Covid-19, banyak sekali yang ingin kita ketahui tentang perkembangan Batam, kami juga melihat projek pengembangan Batam sangat pesat, mulai dari proyek pengembangan Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar serta Infrastruktur lainnya yang dibangun oleh BP Batam. Kami ingin dapat berkolaborasi serta dapat sharing dan bertukar pikiran untuk peningkatan ekonomi serta menjalin hubungan baik antara Batam dan Singapura,” kata Mark Low.

Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi Batam dan BP Batam untuk dikunjungi oleh para pegawai negeri sipil muda Singapura. Pada masa pandemi Batam dapat bertahan dan pertumbuhan ekonomi di Batam juga melebihi ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2021 sebesar 4,75 persen yang dinilai luar biasa di masa pandemi saat ini mampu mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69 persen. Hal ini tidak mudah, namun berkat kerja keras seluruh pemangku kepentingan di Batam, pertumbuhan ekonomi yang positif ini dapat terwujud,” kata Purwiyanto.

Ia juga menyampaikan, Industrialisasi juga membantu percepatan ekspansi ekonomi. Batam telah memiliki 30 kawasan industri dan terkenal dengan lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional di Selat Malaka, 20 kilometer dari Singapura, serta berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus, menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan yang unik tujuan investasi di Indonesia.

Dari sisi investasi, pada tahun 2021 Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$ 504 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 7,5 triliun, dengan Singapura memimpin investasi tersebut. Sektor industri manufaktur, dengan nilai investasi 268 Juta US$.

Nilai ekspor tahun 2021 sebesar US$ 11,8 miliar, sedangkan nilai impornya sebesar US$ 10,8 miliar menurut Badan Pusat Statistik Batam.

BP Batam memiliki beberapa infrastruktur pendukung untuk memperlancar kegiatan bisnis dan investasi di Batam, antara lain:

Pengembangan Bandara Hang Nadim, Rencana Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) antara BP Batam dan Konsorsium Incheon International Airport Corporation (IIAC), PT. Angkasa Pura I, dan PT. Wijaya Karya sekarang digunakan untuk mengembangkan bandara internasional di Batam. 

Kepala Badan Pengusahan (BP) Batam, Muhammad Rudi, pada bulan April yang lalu sudah bertemu dan bertatap muka dengan dua Menteri Singapura.

Ia berkunjung ke kantor Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan See Long, dalam pertemuan ini, adapun poin utama yang menjadi perhatian Menteri Dr. Tan See Long antra lain: 

1. menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang,

2. progress pembangunan yang dilakukan secara masif dan;

3. capaian positif ekonomi Batam selama pandemi.

Tak berhenti sampai disini, Kepala BP Batam melanjutkan lawatan dan bertatap muka dengan Menteri Kedua Luar Negeri, Dr. Mohammad Maliki Bin Osman.

Dalam pembicaraan kedua tokoh ini, diskusi menguat pada kondisi Batam dengan terkendalinya pendemi covid sehingga dibarengi meroketnya capaian ekonomi Batam dan progres pembangunan yang merata.

Keduanya meyakini, bahwa terbukanya pintu Singapura – Batam bagi wisatawan dan perjalanan bisnis, akan membuka peluang seluasnya bagi geliat ekonomi kedua wilayah.

“Dengan dibukanya jalur Singapura – Batam, kita optimis, semua sektor akan kembali bangkit, dari pariwisata hingga industri. Perekonomian diharapkan akan terus meningkat. Investasi akan semakin menggeliat.” Tutur Rudi Optimis.

Purwiyanto menambahkan, BP Batam didukung penuh oleh Peraturan Pemerintah Pusat untuk menarik investasi guna mempermudah penanaman modal, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah 41 Tahun 2021 bahwa semua peraturan dan kebijakan yang telah ada di Pemerintah Pusat selama kurang lebih 69 izin telah sepenuhnya dialihkan ke BP Batam, diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses perizinan.

BP Batam bergerak di bisnis jasa investasi dan kini menggunakan teknologi Online Single Submission (OSS) untuk mempercepat pengurusan dokumen perizinan. Selain OSS, Batam memiliki Pusat Layanan Umum dimana semua pihak yang terlibat dalam penerbitan izin dapat ditemukan di satu lokasi.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto berharap kunjungan ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk Batam dan Singapura.

“Semoga Batam dan Singapura dapat terus mempererat kerjasama, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi serta para pegawai negeri sipil muda yang hadir dalam pertemuan ini dapat mempelajari tentang kemajuan Batam dan dapat menjadi referensi kedepannya,” harap Purwiyanto.


Pemko Batam Terima Kunjungan Perwakilan Kedutaan AS

By On Mei 12, 2022

Setdako Batam, Yusfa Hendri, menerima kunjungan perwakilan kedutaan Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022).

BATAM, SOROTTUNTAS.COM - Asisten Pemerintahan Setdako Batam, Yusfa Hendri, menerima kunjungan perwakilan kedutaan Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022).

Turut mendampingi, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.

Hadir Sekretaris kedua Kedubes Amerika Serikat, Abbey Jorstad Canata  AS dan Nick Austin Enviromental Kedubes serta Hans Sukamto Konsulat AS di Medan.

"Kedatangan pihak kedubes AS menindak lanjuti kunjungan Dubes AS beberapa waktu lalu ke Batam. Kami sudah menjelaskan tentang peluang investasi Batam," kata Yusfa.

Dalam pertemuan itu, Yusfa menyampaikan peluang-peluang investasi di Batam di bidang industri, pariwisata, perdagangan,  dan transhipment, termasuk pengembangan KEK Aero Technic, Nongsa Digital Park, dan rencana KEK Kesehatan, termasuk peluang pengembangan energi terbarukan (Solar Panel energy).

"Hasil pertemuan itu, direncanakan akan difollow up dengan membawa delegasi bisnis ke Batam pada Oktober mendatang," ungkapnya.

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Sung Y. Kim sudah mengunjungi Batam Selasa (29/3/2022).

Salah Satu PLTS Terbesar di Dunia Akan Dibangun di Kepri dengan Investasi Rp71,8 Triliun

By On April 20, 2022

Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara Pemprov Kepri dengan Quantum Power Asia dan ib vogt di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Selasa, (19/4/2022).

SINGAPORE, SOROTTUNTAS.COM - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dalam rangka mewujudkan misi 'Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya' serta menjalankan mandat Presiden Jokowi dalam mewujudkan energi transisi, baru saja melakukan kerja sama dengan dua perusahaan pengembang PLTS berskala dunia yakni Quantum Power Asia dan ib vogt dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di Indonesia. 

Kerja sama pembangunan mega proyek pembangunan PLTS senilai Rp71,8 triliun atau lebih dari US$5 miliar, mencakup pembangunan lebih dari 3,5 GW Solar PV dan lebih dari 12 GWh penyimpanan baterai di Kepri ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara Pemprov Kepri dengan Quantum Power Asia dan ib vogt di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Selasa, (19/4/2022).

Sebagai bagian dari inisiatif untuk mencapai netralitas karbon pada 2050, Pemerintah Singapura melalui Energy Market Authority (EMA) telah mengeluarkan Request for Proposals (RfP) untuk izin impor listrik, guna memasok energi bersih dari negara tetangganya termasuk Indonesia.  

Proyek yang dihasilkan akan menjadi salah satu program PV Surya atau PLTS dan penyimpanan baterai terbesar di satu lokasi secara global. 

Namun, kerjasama ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat sebelum mengekspor listrik ke Singapura. 

Dengan dukungan penuh dari komunitas masyarakat di Kepulauan Riau, telah dirancang hubungan rantai pasokan hiper-lokal, program pelatihan kompetensi keterampilan yang relevan untuk penduduk, serta kegiatan pembangunan bisnis. 

Dengan demikian, diharapkan proyek dapat melibatkan usaha mikro, kecil, hingga menengah lokal dan memberikan dampak positif pada masyarakat luas secara maksimal. 

Gubernur Ansar Ahmad mengatakan, dirinya menyambut baik kolaborasi pembangunan PLTS ini dengan pihak Quantum Power Asia dan ib vogt. Karena selain berdampak positif di bidang ekonomi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo energi transisi menjadi agenda penting bagi Indonesia. 

“Sebagai salah satu lokasi PLTS terbesar di dunia, kami di Kepulauan Riau menyambut baik langkah ini. Saya berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo" ujar Gubernur Ansar. 

Gubernur Ansar juga berharap kerja sama ini akan dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian kedua negara. 

"Semoga implementasi proyek ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan ekonomi di Kepulauan Riau, Indonesia, bersama-sama dengan Singapura,“ tutur Gubernur Ansar. 

Pada kesempatan ini, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo menyampaikan harapannya terkait kerja sama pembangunan PLTS di Kepulauan Riau tersebut. 

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kita berambisi untuk mewujudkan energi terbarukan, salah satunya melalui pembangunan PLTS ini. Pemerintah Indonesia sendiri telah memutuskan untuk mengurangi emisi gas sekitar 21%. Adanya kerja sama dengan negara lain, diharapkan Indonesia dapat berkontribusi lebih untuk mengurangi emisi gas hingga 41%. Semoga implementasi MoU ini akan menghasilkan manfaat positif yang berkelanjutan bagi kedua negara,” ungkapnya. 

Dalam penandatanganan MoU, Simon G. Bell, Managing Director dan CEO Quantum Power Asia mengatakan, setelah ditunjuk menjadi Importir Listrik Singapura, akan membawa investasi lebih dari Rp 71,8 triliun atau setara US$ 5 miliar. 

"Proyek ini akan menciptakan sekitar 30.000 pekerjaan dan membangun sistem penyimpanan PV terbesar secara global yang pernah dibangun hingga saat ini," papar Simon G. Bell. 

Sementara itu, Managing Director dan CEO ib vogt, Anton Milner menambahkan Inisiatif impor energi oleh Singapura dan Indonesia merupakan proyek penting secara global yang akan menjadi katalisator bagi transformasi kawasan menuju energi bersih dan bebas karbon. 

"Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan bersama dengan Quantum Power Asia dan Union Energy, kami yakin rencana proyek kami sangat menarik untuk menciptakan program investasi jangka panjang yang berkelanjutan, baik untuk Singapura dan Indonesia," ucapnya.

Perusahaan pengembang PLTS berskala dunia, Quantum Power Asia dan ib vogt telah membentuk perusahaan patungan bernama Anantara Energy (Anantara) yang didedikasikan untuk mendanai dan membangun PLTS di Indonesia. 

Perusahaan ini juga bermitra dengan Union Energy Corporation, yang merupakan penyalur listrik terkemuka di Singapura, sebagai mitra impor dan pengecer. 

Selama ini Quantum Power Asia adalah perusahaan yang telah berpengalaman dalam membangun dan membiayai PLTS di Indonesia dengan Perjanjian Jual Beli Listrik bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

Sementara, ib vogt merupakan salah satu pengembang PLTS terbesar di dunia yang berkantor pusat di Jerman dan beroperasi di 43 negara. 

Konsorsium kedua perusahaan ini sebelumnya telah membangun PLTS dengan single-axis tracking pertama yang terbesar di Indonesia berskala 14,7 MW di Gorontalo, dan pembangunan PLTS terbesar ketiga di Indonesia yang berlokasi di Lombok berskala 7 MW. 

Keduanya saat ini sudah beroperasi dan menyuplai listrik secara langsung ke PLN. Konsorsium Quantum dan ib vogt secara global telah membangun 3 GW PLTS dan telah memiliki proyek pada pipeline sebesar 27 GW.(*)

Kepala BP Batam Bertemu 2 Menteri Singapura

By On April 02, 2022

Pertemuan Kepala BP Batam dengan Menteri Singapura.

SINGAPURA, SOROTTUNTAS.COM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi,  secara perdana, bertemu dan bertatap muka dengan dua Menteri Singapura, pada Jum'at (1/4/2022).

Pertemuan pertama, ia berkunjung ke kantor Menteri Tenaga Kerja dan  Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan See Long, pada Jumat pagi waktu Singapura (1/4/2022).

Keakraban terasa dalam suasana penuh kehangatan, seperti saudagar lama yang sekian lama tak berjumpa. Senyum sumringah keduanya, menandakan optimisme baru menyongsong jalinan bisnis  yang siap kembali dirangkai, berbarengan dengan dibukanya jalur Singapura - Batam.

Lawatan Muhammad Rudi, dilakukan bertepatan dengan _Reopening of Land Borders_ atau pembukaan perdana kembali perbatasan wilayah Singapura dan Batam – Indonesia yang dimulai tanggal 1 April 2022.

Mulai 1 April 2022, semua wisatawan yang sudah divaksinasi lengkap dapat menikmati perjalanan bebas karantina ke Singapura, dengan cukup melakukan tes antigen saja sebelum keberangkatan.

“Langkah Singapura untuk membuka kembali pintu wisatawan (melalui jalur Vaccinated Travel Framework) akan memberikan dorongan dalam membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi Batam pasca pandemi Covid-19,” kata Muhammad Rudi.

Kebijakan ini, menurutnya sekaligus menjadi nyawa baru dalam hubungan bisnis kedua wilayah yang sempet terkendala selama masa pandemi Covid-19 melanda.

Dalam pertemuan ini, ada beberapa poin utama yang menjadi perhatian Menteri Dr. Tan See Long.  

Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Perindustrian Singapura ini, menyoroti langkah BP Batam yang terus berinovasi, seperti : 

1. menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang,

2. progress pembangunan yang dilakukan secara masif dan;

3. capaian positif ekonomi Batam selama pandemi.

“Kami menyampaikan apresiasi atas apa yang tengah disiapkan Batam selama pandemi berlangsung. Dalam KEK Kesehatan, kami tentu berharap dapat mengambil peran. Kami akan coba merekomendasikan Rumah Sakit yang sesuai, untuk bisa berkolaborasi denganBatam.” Ungkap Menteri Dr. Tan.


Lebih lanjut, Menteri Dr. Tan juga menyampaikan pujian atas capaian ekonomi Batam. 

Di saat pandemi Covid-19 merajai, Perekonomian Batam justru meroket pada 2021, bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Kepulauan Riau.

Capaian pertumbuhan ekonomi Batam berada di angka 4,75 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 3,69 persen, dan Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 3,43 persen.

Tak kalah menarik, salah satu pembicaraan yang akan berlanjut, ialah mengenai harga logistik (Port to Port). Sebagai bentuk tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat akan membahas secara khusus bersama dengan EDB (Economic Development Board) dan MPA (Marine Port Authority) pada lawatan mendatang. 

Di akhir perbincangan, Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengundang Menteri Dr. Tan See Long untuk bisa melakukan perjalanan bisnis ke Batam.

Menteri Singapura yang ternyata merupakan putra asal Kundur, Tanjung Batu Karimun, menyambut gembira undangan tersebut. Ia berencana menikmati makan makanan laut bersama Kepala BP Batam saat kunjungan balasan nanti.

Tak berhenti sampai disini, Kepala BP Batam melanjutkan lawatan dan bertatap muka dengan Menteri Kedua Luar Negeri, Dr. Mohammad Maliki Bin Osman.

Dalam pembicaraan kedua tokoh ini, diskusi menguat pada kondisi Batam dengan terkendalinya pendemi covid sehingga dibarengi meroketnya capaian ekonomi Batam, progres pembangunan yang merata serta pembahasan pembukaan border antara Singapura - Batam yang dimulai pada hari ini.

Keduanya meyakini, bahwa terbukanya pintu Singapura - Batam bagi wisatawan dan perjalanan bisnis, akan membuka peluang seluasnya bagi geliat ekonomi kedua wilayah.

Seperti diketahui, Singapura masih menjadi negara dengan jumlah investasi terbesar di Batam, disusul negara asal Eropa dan Jepang. 

Berdasarkan Data Kementerian Investasi / BKPM RI menyatakan, sepanjang Triwulan I - Triwulan IV Tahun 2021, Singapura mencatatkan total investasi 167.865,9 Ribu US Dolar, dengan total proyek 1.019.

"Dengan dibukanya jalur Singapura - Batam, kita optimis, semua sektor akan kembali bangkit, dari pariwisata hingga industri. Perekonomian diharapkan akan terus meningkat. Investasi akan semakin menggeliat," tutur Rudi Optimis.

Pertemuan PM Singapura Lee Dan Jokowi Bahas Pengelolaan Wilayah Udara, Ekstradisi dan Pelatihan Militer di Laut Cina Selatan

By On Januari 26, 2022

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di The Sanchaya Resort Bintan.

BINTAN, SOROTTUNTAS.COM - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

PM Singapura, Lee tiba di Bintan pukul 11.40 WIB untuk menanda tangani kesepakatan pengelolaan wilayah udara, ekstradisi dan pelatihan militer di laut Cina Selatan.

Presiden Jokowi di dampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Turut hadir delegasi Singapura yakni Menteri Senior dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum K. Shanmugam, Menteri Transportasi S. Iswaran serta Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Tan See Leng.

Singapura dan Indonesia menandatangani kesepakatan yang membahas pengelolaan wilayah udara, ekstradisi dan pelatihan militer di Laut Cina Selatan pada retret pemimpin antara Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Kedua negara sepakat untuk menyelaraskan kembali batas wilayah informasi penerbangan (FIR) yang dikuasai Singapura dan Jakarta, memberlakukan perjanjian kerja sama pertahanan 2007 yang telah tertunda sebelumnya, dan memberlakukan perjanjian ekstradisi antara kedua negara

"Perjanjian bilateral ini membentuk, perjanjian yang seimbang  dinegosiasikan dengan kerangka kerja yang memungkinkan kedua belah pihak untuk membahas masalah secara terpisah dan bersamaan," tuturnya. 

Lee dan Jokowi telah sepakat untuk melanjutkan diskusi berdasarkan kerangka ini pada Oktober 2019, selama retret pemimpin mereka sebelumnya di Singapura.

Pertemuan retret hari Selasa di resor Sanchaya di Bintan, Indonesia, merupakan pertemuan kelima antara  Lee dan  Jokowi serta kunjungan pertama sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Ketiga perjanjian ini mempertimbangkan kepentingan Indonesia dan Singapura dengan mewakili keseimbangan manfaat yang baik, hal ini merupakan perjanjian yang tahan lama untuk jangka panjang yang akan berlangsung setidaknya satu generasi, dan menciptakan landasan yang kokoh untuk memajukan hubungan bilateral dengan percaya diri." Kata lee.

Singapura dan Indonesia menandatangani perjanjian tentang masalah lama manajemen wilayah udara, ekstradisi dan pelatihan militer Singapura dan Indonesia telah menandatangani perjanjian yang seimbang dengan serangkaian perjanjian membahas masalah lama antara kedua negara, termasuk penyelarasan batas lalu lintas udara.

Kedua negara sepakat untuk menyelaraskan kembali batas wilayah informasi penerbangan (FIR) yang dikuasai Singapura dan Jakarta, memberlakukan perjanjian kerja sama pertahanan 2007 yang telah tertunda sebelumnya, dan memberlakukan perjanjian ekstradisi antara kedua negara. .

"Perjanjian bilateral ini membentuk “perjanjian yang seimbang” yang dinegosiasikan di bawah kerangka kerja yang memungkinkan kedua belah pihak untuk membahas masalah secara terpisah dan bersamaan, kata Lee. 

Dia dan Jokowi telah sepakat untuk melanjutkan diskusi berdasarkan kerangka ini pada Oktober 2019, selama retret pemimpin mereka sebelumnya di Singapura.

Retret hari Selasa di resor Sanchaya di Bintan, Indonesia, adalah yang kelima antara Tuan Lee dan Tuan Joko, dan yang pertama sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Kedua negara bertukar satu set surat untuk menyetujui bahwa tiga perjanjian akan berlaku secara bersamaan. "Yang tersisa bagi kedua negara adalah menyelesaikan proses domestik kami untuk memberlakukan serangkaian perjanjian," tambah Lee.

Jokowi mengatakan bahwa penataan kembali FIR akan memungkinkan Indonesia untuk mencakup semua wilayah udaranya, khususnya wilayah udara di sekitar Kepulauan Natuna dan Kepulauan Riau.

“Kerja sama di bidang penegakan hukum, keselamatan penerbangan serta pertahanan dan keamanan kedua negara akan terus diperkuat berdasarkan prinsip saling menguntungkan,” kata Jokowi.

Ini dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama jika kedua belah pihak merasa menguntungkan untuk melakukannya, kata Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) dalam sebuah pernyataan.

FIR adalah batas udara yang membatasi tanggung jawab manajemen wilayah udara untuk otoritas penerbangan sipil sehingga pesawat dapat bernavigasi dengan aman dan efisien. 

FIR Singapura saat ini, yang ditugaskan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1946, mencakup wilayah udara di atas sebagian Laut Cina Selatan serta Kepulauan Riau di Indonesia seperti Batam, Bintan, dan kepulauan Natuna.

Kesepakatan itu akan membuat Indonesia mendelegasikan layanan navigasi udara dari sebagian wilayah udara dalam FIR Jakarta yang disesuaikan kembali ke Singapura.

Kedua negara juga telah mengatur kerjasama sipil-militer dalam manajemen lalu lintas udara, termasuk menempatkan personel Indonesia di Pusat Kontrol Lalu Lintas Udara Singapura untuk berkoordinasi dengan pengontrol lalu lintas udara Singapura untuk pesawat milik negara Indonesia yang terbang di wilayah udara Indonesia di mana layanan navigasi udara berada. disediakan oleh Singapura.

Dengan kesepakatan tersebut, Singapura dan Indonesia akan bersama-sama berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terkait dan mengajukan proposal amandemen kepada ICAO. MFA mengatakan bahwa perjanjian tersebut memperhitungkan aturan dan peraturan badan penerbangan internasional.

Kedua negara juga akan berkonsultasi satu sama lain dan ICAO sebelum perjanjian itu berakhir 25 tahun kemudian, dengan maksud untuk memastikan bahwa penerbangan sipil internasional di kawasan itu terus beroperasi dengan aman dan efisien.

 Lee mengatakan bahwa kesepakatan FIR adalah kesepakatan jangka panjang dan menyetel kembali batas-batas menjadi "secara umum sesuai dengan batas-batas wilayah Indonesia". kata Dia di akhir pertemuan Retreat.

Menurut Lee pada Kesepakatan memastikan Bandara Changi mampu beroperasi secara efisien, aman dan lengkap, serta menyediakan layanan pengendalian lalu lintas udara agar dapat berfungsi sebagai bandara internasional yang penting dan mampu tumbuh dalam jangka panjang.

“Jadi ini adalah kesepakatan yang dinegosiasikan dengan hati-hati dan seimbang, dan saya pikir untuk kedua belah pihak, kepentingan dan kekhawatiran penting telah terpenuhi,” kata Lee 

Menurut PM Singapura, bahwa kesimpulan dari perjanjian tersebut menunjukkan kekuatan dan kedewasaan hubungan Singapura dan Indonesia.

Sumber : Pusat Informasi Kantor Sekretaris Kabinet Indonesia Maju, Jakarta.



Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *