- Advertisement -

NASIONAL

OPINI

- Advertisement -

Warga Karimun Dambakan Pembangunan Seperti di Batam

By On September 17, 2022

Masyarakat Karimun mendambakan pembangunan daerahnya seperti di Batam.

KARIMUN, SOROTTUNTAS COM - Tokoh Masyarakat Parit Benut, Karimun, Saiman, mendambakan pembangunan daerahnya seperti di Batam.


Hal itu ia sampaikan saat bersilaturahmi dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Parit Benut. Turut hadir Tokoh Masyarakat Kepri, Nurdin Basirun, Sabtu (17/9/2022).


"Daerah kami sedang bersolek, mudah-mudahan daerah kami maju seperti pembangunan di Batam," ujar Saiman.


Saiman juga mengapresiasi kehadiran Rudi di tengah masyarakat Parit Benut bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Nurdin Basirun tersebut.


"Mudah-mudahan, kunjungan ini diberkahi oleh Allah," doa Saiman.


Tak hanya di Parit Benut, Rudi dan Nurdin Basirun serta rombongan juga bersilaturahmi dengan warga Lembah Permai, Teluk Paku, Telaga Tujuh/Kolong dan Kampung Harapan


Kunjungan Rudi ke Karimun ini disejalankan dengan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karimun. Saat pelantikan, Rudi yang sebagai Ketua DMI Kepri itu mengajak pengurus terus memakmurkan masjid.


Sementara, untuk silaturahmi bersama warga, Rudi menganggap dirinya sedang pulang kampung. Bagi Rudi, Kabupaten Karimun bukan daerah asing.


"Ini kampung saja juga, istri saya yang saat ini Wakil Gubernur Kepri orang sini," ujar Rudi.


Dengan begitu, Rudi pun ingin daerah tersebut ikut maju seperti Batam yang saat ini ia pimpin. Rudi bahkan mendengarkan langsung apa keinginan warga setempat untuk ke depannya.


"Banyak yang disampaikan, salah satunya ingin daerahnya maju seperti di Batam," kata Rudi.


Rudi pun optimistis Karimun akan terus berkembang ke depannya dengan kerja bersama serta kekompokan warga dan pemerintah.


"Batam saya jadi kota baru yang maju dan modern pengalaman ini bisa diterapkan untuk memajukan daerah lain seperti Karimun, bahkan ibukota Tanjungpinang," katanya.


Ia mengatakan, hasil pembangunan ini semata-mata demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat setempat.


"Mudah-mudahan kehadiran kami membawa kebaikan untuk semua dan demi kemajuan bersama ke depannya," tutup Rudi.

Lantik Pengurus DMI Karimun, Rudi Berpesan Jadikan Masjid Tak Hanya Tempat Ibadah Namun Juga Pusat Keilmuan dan Kegiatan Sosial

By On September 17, 2022

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepulauan Riau Muhammad Rudi melantik pengurus DMI Kabupaten Karimun.

KARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepulauan Riau Muhammad Rudi melantik pengurus DMI Kabupaten Karimun, Sabtu (17/9) pagi. Pelantikan ini disejalankan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dan silaturahmi pengurus masjid dan mushalla se-pulau Karimun bersama Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.


Rudi menyampaikan harapan agar pengurus DMI menjadikan garda terdepan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat  ibadah ritual semata, namun menjadikan masjid sebagai pusat kelimuan, dakwah, pendidikan, hingga kegiatan sosial.


“ Semua (pengurus) sudah dilantik. Tentu harapan kita masjid yang ada di Kepri, khususnya di Tanjung Balai Karimun bisa difungsikan tidak hanya untuk ibadah namun mensyiar ilmu dunia juga,” kata Rudi usai pelantikan.


Menurutnya, selamat dunia akhirat merupakan tujuan utama umat muslim. Maka dari itu, momentum dan kesempatan berhimpun di DMI menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan ikhtiar tersebut.


“Karena dalam kehidupan ini, dunia selamat akhirat juga kita harus kejar. Mudah-mudahan ini dapat difungsikan,” imbuhnya.


Tak lupa ia menyampaikan selamat kepada pengurus yang dilantik dan berpesan untuk tetap semangat untuk berbuat untuk Karimun dan Kepri pada umumnya. “Selamat kepada pengurus jadikan masjid tempat kita menuntut ilmu,” harap dia.


Senada dengan yang disampaikan Rudi, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto mengatakan, seiring dilantiknya pengurus DMI Karimun, diharapkan menjalankan amanah yang telah diemban sehingga memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid dapat terwujud.


“Bagaimana program, ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah dapat berjalan dengan baik. Juga kegiatan sosial lainnya. Masjid jadi tempat ibadah, melakukan pendidikan agama, juga  kegiatan sosial masyarakat,” imbuhnya.


Sementara itu, Nurdin Basirun mengaku terharu melihat semangat kolektif DMI dan ia tidak meragukan kapabilitas Rudi dalam memimpin DMI Kepri. Ke depan peran semua pihaknya sangat penting dalam upaya memakmurkan masjid.


“Mari mulai dari pengurus dan kita semua makmurkan masjid,” ajaknya.


Bupati Karimun Aunur Rofiq, selain mengucapkan tahniah kepada pengurus. Ia berharap kolektivitas memakmurkan masjid semakin tumbuh. Menurutnya, kegiatan yang juga diseiringkan dengan  silaturahmi dapat semakin merekatkan persaudaraan dan kekeluargaan. 


“Mudahan raker yang juga dilaksanakan hari ini akan melahirkan program kegiatan yang bermanfaat bagi umat” harap dia.

Sempat Tutup, Judi Gelper dan Pingpong di Hotel Satria Karimun Kembali Beroperasi

By On April 27, 2022

Koordinator CIC Kepri, Cecep Cahyana meminta keseriusan pemerintah Kabupaten Karimun dan Polres Karimun untuk menutup dan mencabut izin judi Gelper dan pingpong di Hotel Satria.

KARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Praktik judi gelanggang permainan (Gelper) dan pingpong di Hotel Satria, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau kembali beroperasi.


Padahal judi Gelper dan pingpong tersebut sempat ditutup setelah kejadian penganiayaan dua orang remaja beberapa waktu lalu.


"Kemarin tutup, kok sekarang buka lagi," kata warga sekitar yang enggan namanya disebutkan, Rabu (27/4/2022).


Dia merasa heran dengan dibukanya arena permainan di Hotel Satria, lantaran sudah jelas terbukti ada kasus penganiayaan di hotel tersebut.


"Kami sangat menyayangkan dengan kembali beroperasinya arena permainan di Hotel Satria yang diduga terindikasi judi. Apalagi sekarang bulan suci Ramadan," sebutnya.


Menyikapi hal itu, Koordinator CIC Kepri, Cecep Cahyana meminta keseriusan pemerintah Kabupaten Karimun dan Polres Karimun untuk menutup dan mencabut izin judi Gelper dan pingpong di Hotel Satria.


"Sudah jelas terbukti di sana (Gelper Hotel Satria) terjadi penganiayaan. Kenapa masih diizinkan untuk beroperasi,jelas saksi melihat pemilik usaha tersebut (MCl), menyuruh tarik nafas dan menyaksikan  korban di pukuli,ditendang dan di pihak pijak" kata Cecep.


Cecep khawatir jika judi gelper dan pingpong di Hotel Satria dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi ketertiban umum.(*)

Kasus Lama Terkuak, Korban Penganiayaan oleh Pemilik Hotel Satria Karimun Buka Suara

By On Maret 22, 2022



SKARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Seperti istilah sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga memang ada benarnya. Meski kasus pemukulan yang dilakukan pemilik Hotel Satria, Karimun inisial BL bersama saudara dan rekannya ini telah lama berlalu, akhirnya mencuat juga ke permukaan.

Heliyanto alias Acai Lim selaku korban penganiayaan mengatakan, dalam ruangan pengadilan (ruang sidang Cakra PN Tanjung Balai Karimun) dirinya didengkul (disepak di bagian dengkul) setelah itu pelaku BL menjatuhkan dirinya sambil menjerit-jerit.

"Aduh sakit (dengan suara keras). Siapa bapak itu, dia yang memukul saya. Siapa namanya ," kata Acai Lim menirukan ucapan BL, saat konferensi pers di Hotel 98, Nagoya, Batam, Selasa (22/3/2022).

Dijelaskan Acai, padahal BL sudah tahu namanya, dan pada saat di kantin BL menegur dirinya. Acai menyebut semua itu dilakukan dengan sengaja atau sedang bersandiwara.

"Saya lagi duduk, dia (BL) mendengkul (disepak di bagian dengkul) dan menjatuhkan dirinya. Lalu bilang saya yang pukul dia," beber Tokoh Masyarakat Kecamatan Meral ini.

Acai menyebutkan, pada saat itu, orang bilang tidak mungkin dirinya yang mukul, karena BL masih muda. Kata orang di sana, sebut Acai, kalau dirinya berkelahi dengan BL, didorong sedikit saja sudah pasti dirinya tumbang.

"Jadi efek itu, hingga kini kaki saya terganggu," kata dia.

Acai mengaku telah visum dan membuat Laporan Polisi dengan nomor: LP-B /133/X/2019/ KEPRI/SPKT RES KARIMUN, tanggal 16 Oktober 2019 sekira pukul 10.00 WIB.

"Visum sudah dan saksi pun ada, yang duduk di samping saya persis dan melihat langsung kejadiannya," ungkap Heliyanto alias Acai Lim.

Saat gelar perkara, sebut Acai, saksi mengatakan dirinya lihat sendiri dan menyatakan bahwa berada di sampingnya. Namun, kata dia, polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) dengan surat ketetapan penghentian penyelidikan nomor: S. Tap /06/V/2020/Reskrim.

Saat ditanya awak media mengapa dirinya menjadi sasaran kemarahan BL, Acai mengatakan dirinya selama ini tidak pernah bermusuhan dengan BL.

"Jadi waktu mereka (BL, MCL, VI dan TI) memukul anak di bawah umur di kelenteng (Cetya Arya Deva) masyarakat ribut mau menyerang ke Balai. Saya bersama Kapolsek Meral menahan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada saat itu masyarakat menanyakan kepada saya, apakah mereka ditahan atau diproses (polisi) dan masyarakat meminta jaminannya. Makanya saya sebagai Tokoh Masyarakat mengikuti perkara ini, mulai dari ditahan di Polres hingga proses persidangan," ucapnya.

Di samping itu, Acai juga mengomentari penganiayaan yang baru-baru ini terjadi di Hotel Satria Karimun terhadap dua remaja inisial MH dan MD pada Minggu (26/2/2022) lalu.

"Kita sebagai tokoh (tokoh masyarakat) melihat mereka berulang-ulang kali berbuat arogan. Mereka merasa orang kaya, punya uang, jadi apa yang mereka inginkan bisa tercapai dengan uang," tutur Acai Lim.

Sementara itu, Tokoh Melayu Karimun, Datok Azman Zainal mengatakan perdamaian kedua belah pihak (dua remaja MH dan MD dengan pihak Hotel Satria) bukan berarti perkara tersebut gugur.

"Perdamaian tersebut bukan berarti perkara gugur. Hanya salah satu pertimbangan bagi hakim untuk meringankan putusan atau sebagai pertimbangan jaksa penuntut umum dalam tuntutannya," tegas Datok Azman.(*)

HM Asyura Sebut Penganiayaan di Hotel Satria Karimun Sudah Berulang Kali Terjadi

By On Maret 17, 2022

HM Asyura salah seorang Tokoh masyarakat Karimun.

KARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Corruption Investigastion Commiittee (CIC) melaporkan kasus penganiayaan di Hotel Satria, Karimun, Kepulauan Riau kepada Kapolri dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Rabu (16/3/2022).

Koordinator CIC Kepri, Cecep Cahyana mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus penganiayaan di Hotel Satria kepada Kapolri dan Bareskrim Polri.

"Kasus penganiayaan di Hotel Satria Karimun harus ditangani secara proporsional. Pemilik Hotel Satria inisial MCL harus ditangkap, karena sudah berulang kali membuat masalah," ucapnya kepada awak media, Kamis (17/3/2022) malam.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat surat tembusan ke Jaksa Agung, Kompolnas, Kabareskrim Mabes Polri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kapolda Kepri, Kejati Kepri dan Tokoh Masyarakat Karimun.

"Besok (Jumat) kami akan menyampaikan surat tembusan ke Jaksa Agung, Kompolnas, Kadiv Propam Mabes Polri, Kapolda Kepri dan Kejati Kepri dan lainnya," kata Cecep Cahyana.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Tokoh Melayu Kepri, Datok Azman Zainal. Ia mengatakan, akan melaporkan kasus penganiayaan di Hotel Satria ke Kapolri dan Propam Mabes Polri.

"Saya akan laporkan kasus tersebut ke Kapolri dan Propam Mabes Polri. Saya juga meminta Kapolda Kepri untuk memantau kasus tersebut," ucap Datok Azman.

Datok Azman menyebutkan, kasus ini sebagai pembelajaran untuk semua pengusaha yang ada di Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Karimun, agar jangan main hakim sendiri.

"Hormati hukum. Kami orangtua di negeri ini mau dianggap apa? Jangan sampai perkara ini berlarut-larut, hukum harus ditegakkan. Kita takutkan ada gelombang massa yang akan turun," ucap Datok Azman.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Karimun yang juga mantan Ketua DPRD Karimun, H Muhammad Asyura mengatakan, kasus di Hotel Satria sudah berulang kali terjadi, di antaranya, penyekapan Ricardo yang tidak pernah diselesaikan dan ada kepastian hukum.

"Kami meminta ketegasan penegak hukum, bukan jalan di tempat. Yang benar, ya benar, yang salah ya tetap salah. Apalagi kejadian pemukulan dan penganiayaan langsung disaksikan pemilik Hotel Satria," tegasnya.

Ia menjelaskan, selama dirinya menjabat sebagai anggota dan Ketua DPRD Karimun belum pernah terjadi kerusuhan dan keributan di Kabupaten Karimun.

"Mohon keadilan ditegakkan di Karimun. Kami juga akan meminta Kejaksaan memantau kejadian ini," pungkasnya.(*)

Datok Azman Zainal Dukung Proses Hukum Dalang Utama Penganiayaan di Hotel Satria Karimun

By On Maret 13, 2022

Datok Azman Zainal Dukung Proses Hukum Dalang Utama Penganiayaan di Hotel Satria Karimun.

KARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Kasus penganiayaan MH (20) dan MD (18) di Hotel Satria, Karimun, Kepulauan Riau pada Minggu (27/2/2022) lalu, memasuki babak baru.

Wasit arena permainan Hotel Satria, inisial EL kepada awak media, Sabtu (12/3/2022) mengungkapkan, pada saat korban dipukul, pengelola Hotel Satria inisial MCL menyaksikan kejadian tersebut.

"Pas korban dipukul itu, MCL kayak ketawa sinis gitu," jelasnya, sembari menyatakan dirinya berada di TKP pada saat kejadian penganiayaan tersebut.

Ia menjelaskan, korban jatuh setelah dihantam dan dipukul hingga babak belur. "Kasih nafas, kasih nafas dulu," kata EL menirukan ucapan mantan bosnya MCL.

Setelah dikasih nafas, lanjut EL, sekitar lebih kurang 5 menit disuruh pukul lagi.

Dalam kesempatan itu, EL juga menerangkan, bahwa dirinya juga menjadi pelampiasan kemarahan MCL dengan melontarkan kata-kata kasar.

"Siapa wasitnya, kamu ya (EL). Bajingan kamu, bajingan kamu," kata EL menirukan ucapan MCL.

Ia berujar, motor dan handphonenya ditahan oleh pihak manajemen Hotel Satria selama dua hari, sebagai jaminan atas hutang yang belum dibayarkan oleh dua remaja tersebut.

"Gara-gara masalah ini saya dipecat secara sepihak oleh manajemen arena permainan di Hotel Satria tanpa dibayarkan gaji," ucap dia dengan nada sedih.

Menanggapi hal itu, Koordinator CIC Kepri, Cecep Cahyana meminta pihak kepolisian untuk menangkap pengelola MCL dan menutup Hotel Satria.

"Jelas-jelas pemilik MCL ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut, disuruh tarik nafas dan dipukuli lagi," sebutnya.

Cecep mengatakan, hukum harus ditegakkan, sebagai contoh untuk pengusaha lain agar tidak semena-mena kepada pengunjung khususnya masyarakat di bumi Melayu, terutama di Karimun.

"Kami akan sampaikan ke bapak Kapolri dan Kabareskrim kalau tidak ditangani serius," tegas Cecep.

Hal serupa juga disampaikan Ketua RT 006/001, Tanjung Balai, M Arifin. Ia meminta pemilik Hotel Satria Karimun ditangkap, karena  pada saat itu menyaksikan dan membiarkan pemukulan.

Tak hanya itu, lanjut Arifin, pemilik Hotel Satria juga menahan orangtua korban untuk melihat anaknya sebelum melakukan pembayaran.

"Harus ditangkap pengusahanya agar menjadi contoh bagi pengusaha yang lain, dan agar tidak sewenang-wenang menghakimi warga, kita negara hukum. Apalagi saya warga di sini, sangat memalukan kalau hukum tidak dapat ditegakkan. Tangkap pengusahanya yang jelas-jelas ikut menyaksikan penganiayaan itu," kata Arifin dengan intonasi nada tinggi.

Ia menambahkan, masyakarat akan membuat surat ke Bupati Karimun agar menutup dan mencabut izin hotel Satria.

"Kami tidak tahu, izin apa yang dipakai oleh pemilik Hotel Satria, sehingga ada perjudian bola pingpong dan arena permainan judi jackpot, seolah-olah kebal hukum," jelasnya.

Terpisah, Tokoh Melayu Kepri, Datok Azman Zainal mendukung penuh kepolisian agar menangkap MCL yang dalam hal ini ikut melihat, menyaksikan dan melarang orang tua korban melihat anaknya yang masih disekap.

"Kami masyarakat Karimun mendukung kepolisian menangkap MCL yang jelas-jelas dalam kejadian penganiayaan tersebut ikut terlibat. Kami masyarakat melayu punya harga diri, jangan sewenang-wenang terhadap masyarakat kami," tegas Datok Azman.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano saat dikonfirmasi pada Minggu (13/3/2022) terkait persoalan tersebut, mengarahkan awak media untuk menghubungi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi.

Sedangkan saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi, belum memberikan jawaban resmi. Ia meminta awak media untuk datang langsung ke di Polres Karimun.

"Saya tunggu besok (Senin, 14 Maret 2022), terimakasih," tulisnya via pesan singkat WhatsApp.(*)

Barikade 98 Kepri dan Orang Tua Korban Penganiayaan di Hotel Satria Ucapkan Terima Kasih kepada Polisi

By On Maret 09, 2022

Ketua Barikade 98 Kepri, Rahmad Kurniawan (baju hitam).

KARIMUN, SOROTTUNTAS.COM - Ketua Barikade 98 Kepri, Rahmad Kurniawan dan orang tua korban penganiayaan dua remaja di Hotel Satria Karimun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Kepri dan Kapolres Karimun atas atensinya menyikapi persoalan tersebut.

"Kami (Barikade 98 Kepri) dan orang tua korban mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Kepri dan Kapolres Karimun yang telah mengatensi kejadian penganiayaan dua remaja di arena permainan hotel Satria Karimun," kata Ketua Barikade 98 Kepri, Rahmad Kurniawan didampingi orang tua korban, Rabu (9/3/2022).

Kendati demikian, Rahmad mengatakan, pihaknya dan orang tua korban meminta pihak kepolisian untuk menangkap aktor utama penganiayaan di hotel Satria.

"Keinginan kami dan orang tua korban adalah aktor utama penganiayaan anak mereka ditangkap," katanya.

Sementara orang tua korban penganiayaan menyebutkan, dirinya ditanya oleh pihak hotel Satria apakah membawa uang tebusan anak mereka.

"Kami ditanya sama orang hotel Satria apakah membawa uang tebusan untuk anak kami. Karena tidak bawa uang, kami tidak diizinkan bertemu dengan mereka (korban)," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPW Barikade 98 Kepri, Rahmad Kurniawan. Ia mengatakan, pihaknya telah membuat surat pengaduan terbuka atas nama organisasi atau perkumpulan Barikade 98 Kepri kepada Kapolda Kepri melalui Direktur Kriminal Umum Polda Kepri pada Rabu (2/3/2022) terkait penganiayaan dua remaja di hotel Satria Karimun.

Tidak hanya itu, dalam surat terbukanya, Barikade 98 Kepri juga menyebutkan, bahwa hotel Satria dalam pengoperasiannya diduga telah menyalahgunakan perizinan yang telah diberikan dari kepentingan hunian dan hotel telah beralih fungsi untuk arena ketangkasan elektronik, karaoke dan permainan bola pingpong serta prostitusi terselubung dengan banyaknya wanita pekerja yang berkedok pelayanan karaoke dan judi ketangkasan elektronik dan bola.

“Kami meminta kepada Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Karimun, bidang perizinan dan pariwisata agar hotel Satria ditutup dan dicabut izinnya,” pinta Rahmad Kurniawan.

Atas surat pengaduan terbuka Barikade 98 kepada Kapolda Kepri, Rahmad meminta supaya aparat penegak hukum khususnya kepolisian di Karimun untuk tidak main-main dengan masalah perjudian yang ada di depan mata.

“Tidak ada kata ampun untuk namanya arena permainan ketangkasan anak-anak yang melakukan aktivitas perjudian. Segera proses pemilik dan pengelola arena permainan di Hotel Satria Karimun,” tegas Ketua DPW Barikade 98 Kepri ini.

Sebelumnya diberitakan, dua remaja berinisial MD dan MH dianiaya oleh sejumlah orang di arena permainan hotel Satria, Karimun, Sabtu (26/2/2022).

Penyebab penganiayaan diduga karena korban memiliki hutang judi di arena permainan hotel Satria.

MD dan MH mengaku bisa bermain judi karena awalnya diberi hutang oleh wasit arena permainan. Karena selalu kalah hutangnya membengkak hingga Rp 18 juta. Sehingga tidak bisa melunasi dan berujung penganiayaan oleh oknum sekuriti hotel Satria Karimun.

MD mengatakan, dirinya dan MH dipukul oleh 6 orang. "Kami dipijak-pijak, setelah itu disuruh berdiri dan ditumbuk (tinju), dari pukul 3.30 WIB sampai 5.00 WIB subuh. Kami disuruh nafas dan dipukul lagi," kata MD.

Ia menceritakan kronologisnya awalnya, semula keduanya dipanggil untuk melunasi hutang. Karena belum memiliki uang, keduanya meminta agar petugas keamanan di hotel itu untuk bersabar.

“Kami bilang tak ade duit dan kami bilang sabar bang. Lalu kami disuruh tunggu di loby,” ceritanya kepada awak media.

Setelah menunggu di Lobby, keduanya didatangi lagi petugas keamanan hotel sembari mengiringi Bos mereka berinisial MCL.

“Bosnya datang, kami dipukuli di lobby, dan kemudian kami dimasukkan keruangan arena permainan dan kami dipukuli dan ditendang habis-habisan di sana,” cerita mereka.(red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *